Severity level 3 → 4
Tingkat keparahan bertambah dari 3 menjadi 4 tingkat (0, I, II, III), menuntut penetapan severity yang lebih akurat.
Casemix JKN bergerak dari INA-CBG ke iDRG. Kami jelaskan apa yang berubah dan cara menyiapkan sistem — dengan jujur: per 2026 belum ada go-live nasional resmi, jadi kami tidak mengarang tanggal.
Latar
iDRG (Indonesian Diagnosis-Related Groups) diarahkan menjadi penerus INA-CBG sebagai dasar tarif casemix JKN. Uji coba grouper baru berjalan sejak sekitar Oktober 2025, namun per 2026 belum ada tanggal go-live nasional resmi; transisi berpeluang berjalan bertahap atau dual-running.
Karena itu, halaman ini tidak menjual kepastian jadwal. Fokusnya: apa yang berubah, dan persiapan yang berguna apa pun tanggal akhirnya.
Yang berubah
Intinya: tarif makin bergantung pada ketepatan klinis dan kelengkapan dokumentasi — bukan lagi sekadar kelas.
Tingkat keparahan bertambah dari 3 menjadi 4 tingkat (0, I, II, III), menuntut penetapan severity yang lebih akurat.
Pengelompokan lebih rinci — tarif makin bergantung pada ketepatan diagnosis, prosedur, dan tingkat keparahan.
Menuntut pencatatan komplikasi & komorbiditas (CC) dan major CC (MCC) yang lengkap dan konsisten di rekam medis.
iDRG diarahkan tidak lagi memisahkan tarif berdasarkan kelas rumah sakit dan kelas perawatan, melainkan berbasis klinis & kompetensi fasilitas.
Peran Adievia: modul E-Klaim dengan grouper dan antrean outbox tahan-gangguan, dibangun agar bisa menyesuaikan format grouper baru saat aturannya final. Yang kami pastikan sekarang adalah fondasinya — bukan klaim "siap iDRG penuh" sebelum ketentuannya terbit.
FAQ
iDRG (Indonesian Diagnosis-Related Groups) adalah generasi penerus INA-CBG sebagai dasar tarif casemix JKN. Per 2026, iDRG masih dalam fase transisi bertahap dan belum ada tanggal go-live nasional resmi yang diumumkan. Uji coba grouper baru berjalan sejak sekitar Oktober 2025 dengan arah rollout bertahap. Kami tidak mengarang tanggal.
Beberapa perubahan yang disorot: tingkat keparahan (severity) bertambah dari 3 menjadi 4, granularitas pengelompokan lebih tinggi, tuntutan dokumentasi komplikasi-komorbiditas (CC/MCC) yang lebih rinci, serta arah menghilangkan pembedaan tarif berdasarkan kelas rumah sakit dan kelas perawatan menuju kesetaraan berbasis klinis.
Karena tanggal pastinya belum ditetapkan, langkah paling aman adalah membenahi hal yang tetap relevan di kedua skema: kualitas dokumentasi klinis (terutama CC/MCC), disiplin koding ICD-10/ICD-9-CM, dan rutinitas audit klaim internal. Ini investasi yang tidak sia-sia apa pun jadwalnya.
Modul E-Klaim Adievia dibangun dengan grouper dan antrean outbox tahan-gangguan. Fondasi ini — koding rapi + arsitektur yang dirancang agar bisa menyesuaikan format grouper baru — adalah yang bisa kami pastikan sekarang, tanpa menjanjikan kesiapan "iDRG penuh" sebelum aturannya final.