[02] Tentang

PT Adievia Medika Teknologi.

SIMRS yang dibangun dari sisi kode oleh praktisi yang paham aturan kesehatan dan perlindungan data — bukan ditambal setelah audit. Dirintis dari Bulukumba dengan satu keyakinan: setiap rumah sakit berhak atas sistem yang patuh, terintegrasi, dan benar-benar mereka miliki.

Visi

SIMRS yang patuh, terintegrasi, dan benar-benar dimiliki — untuk setiap rumah sakit Indonesia.

Satu standar mutu untuk semua RS, apa pun ukuran dan lokasinya — patuh aturan sejak baris kode pertama, terhubung langsung ke ekosistem Kemenkes, dan datanya tetap sepenuhnya milik RS.

Misi

  1. [01] Patuh aturan sejak baris kode pertama — Permenkes 24/2022 + UU 27/2022 PDP dibangun ke arsitektur, bukan tambalan setelah audit.
  2. [02] Buat teknologi rumah sakit bermutu jadi terjangkau dan masuk akal untuk RS mana pun — harga jujur, pendampingan nyata, tanpa membedakan kelas.
  3. [03] Terhubung langsung ke ekosistem Kemenkes & BPJS — SATUSEHAT, BPJS, SISRUTE, e-Klaim, SIRS Online — tanpa lapisan perantara.
  4. [04] Jaga kemandirian RS — data Anda bisa diekspor ke format standar (CSV, FHIR R4, SQL) kapan saja. Tidak ada sandera data.
  5. [05] Dikerjakan langsung oleh pengembangnya, tumbuh bersama RS yang bergabung — bukan dijual lalu ditinggal.

Kekayaan intelektual

Hak Cipta SIMRS Adievia (tercatat).

Hak Cipta Program Komputer "SIMRS Adievia" resmi tercatat pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum Republik Indonesia, dengan Nomor Pencatatan 001288172, sesuai UU 28/2014 tentang Hak Cipta.

Pemegang Hak Cipta: PT ADIEVIA MEDIKA TEKNOLOGI. Hak Moral tetap melekat pada Pencipta sesuai Pasal 5 UU 28/2014.

10 standar

Kepatuhan & keamanan.

Kepatuhan dibangun ke dalam arsitektur sejak fondasi — sebagian kontrol sudah berjalan, sebagian dalam penyelesaian menuju peluncuran (Q3 2027).

[01]

Permenkes 24/2022

Rekam Medis Elektronik — dirancang mengikuti 28 kriteria asesmen.

[02]

UU 27/2022 PDP

Consent, hak akses, hak hapus, hak portabilitas data.

[03]

Jejak audit

Jejak audit tahan-rusak (hash chain SHA-256) atas operasi rekam medis; kebijakan retensi mengikuti Permenkes 24/2022 (5 thn / 25 thn anak).

[04]

Enkripsi

AES-256-GCM field-level untuk data sensitif saat tersimpan, TLS 1.2/1.3 saat dikirim.

[05]

MFA

TOTP (RFC 6238) + passkey/WebAuthn + backup code sekali-pakai; akun dapat diwajibkan MFA.

[06]

Enkripsi per-kolom

Deterministik (tetap bisa dicari) untuk NIK, BPJS, nomor paspor; data sensitif lain dienkripsi dengan IV acak.

[07]

RBAC granular

Sistem permission per role dan modul yang fleksibel berkembang, sinkron antara aplikasi dan database.

[08]

Dukungan tanda tangan elektronik

Adievia menyediakan integrasi BSrE bila RS ingin mengaktifkan TTE pada resume medis, surat dokter, dan persetujuan klinis. Layanan TTE BSrE beserta sertifikatnya adalah langganan terpisah dari penyelenggara — bukan termasuk lisensi Adievia.

[09]

Penahanan data legal

Mekanisme pembekuan data untuk dukungan litigasi — dijadwalkan pada fase pemantapan menjelang peluncuran.

[10]

Verifikasi backup

Pengujian pemulihan berkala di lingkungan uji — prosedur diverifikasi & dimatangkan pada fase menjelang peluncuran.

Trust

Cara kami bekerja.

  • [01]

    Demo terpisah dari produksi

    Lingkungan terpisah dengan sandbox BPJS/SATUSEHAT/E-Klaim. Tanpa risiko spam atau kebocoran data.

  • [02]

    Dipasang di server RS atau cloud

    Adievia dipasang di infrastruktur pilihan RS — server sendiri (on-premise), GCP, AWS, atau Azure. Data RS tidak terkunci ke satu penyedia.

  • [03]

    Dokumentasi terbuka

    Panduan operasional dalam Bahasa Indonesia per modul. Dokumentasi API untuk integrasi pihak ketiga.

  • [04]

    Data bisa dibawa, tanpa terkunci

    Semua data RS dapat diekspor dalam format standar (CSV, FHIR R4 JSON, SQL dump) kapan saja. Tidak ada jebakan vendor saat ingin pindah.

  • [05]

    Independent + lokal

    Berbasis di Indonesia, server pilihan RS, zona waktu Indonesia, support langsung dari pengembang.

Tim

Founder & jaringan pendukung.

Adievia dirintis oleh praktisi healthcare-tech yang memahami aturan Permenkes 24/2022 dari sisi kode, bukan sekadar checklist jualan.

[Founder]

Sudarman ST

Founder & Software Architect

Memimpin arsitektur SIMRS Adievia — 49 modul backend Go + frontend React/TypeScript, membangun integrasi SATUSEHAT FHIR R4, BPJS PCare + V-Claim, SISRUTE, e-Klaim INA-CBG, BSrE, DICOM PACS, dan HL7 v2 LIS.

Fokus pada SIMRS yang dirancang memenuhi Permenkes 24/2022 + UU 27/2022 PDP sejak desain awal — kepatuhan dibangun ke dalam arsitektur, bukan ditambal belakangan. Berbasis di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Profil terverifikasi di LinkedIn
[Jaringan pendukung]

Penasihat klinis & kontributor

Konsultatif — belum tim tetap

Saat ini Adievia dikembangkan langsung oleh foundernya. Validasi alur klinis didukung secara konsultatif oleh dokter, perawat, dan tenaga rekam medis, ditambah kontributor dari komunitas open-source healthcare Indonesia. Tim tetap akan dibangun bertahap bersama rumah sakit pertama yang bergabung — RS Anda bisa menjadi referensi pertama kami.

Next step

Tertarik bekerja sama?